Selasa, 01 Maret 2016


Antara Aku dan Rembulan

Derap kidung senja menaut di pelataran petang
Mengantarkan sirip mega yang mulai mengirap
Menuju ambang tak berbatas
Kulihat bayangku pun kian memanjang
Hingga saat malam diam - diam mencuri senja di ufuk barat

Hanya jika aku mampu
Mendesirkan angan kecilku pada para bintang
Akankah langit mengizinkanku
Membual sedikit tentang cinta

Saat akalku perlahan terbang dalam diam
Imajinasiku menari tanpa kendali
Tak dapat kubedakan hitam dan gelap
Perlahan kubuka memori - memori usan yang kian memudar
Dalam harapan yang tenggelam dalam angan tanpa ujung
Hingga kutemukan sebuah bingkai dengan baret nama
Sebuah nama yang hanya mungkin dapat kurayukan padamu rembulan
Nama yang hanya mungkin kutuliskan diantara siluet - siluet malam
Namun...
Mingkin sebiah nama yang tak lekang dalam lintas ruang dan waktu
Meski dalam ruang gelapku perlahan kugantung bingkai - bingkai baru

Hanya jika aku mampu
Sedikit bermanja denganmu rembulan
Sengaja membuat para bintang cemburu
Akan kubisikkan rahasia kecilku padamu
Tentang hasrat yang menggelora tanpa arah dan batasan
Tentangku yang mau tak mau belajar batasan dalam melaju
Ingin rasanya kutitipkan saja bingkai itu padamu
Bingkai kecil dengan baret nama

Hanya jika aku mampu
Kurangkai jurai - jurai kecil sajak gita cinta
Dalam dekapan malam bermalaikan barisan padang gemintang
Tergoda aku melantunkan gita cinta dalam buaian angin malam
Meski harus kusadari batasan dalam ujung

Untuk terunaku terkasih
Yang selalu kupandangi dari balik tirai - tirai ilusi
Yang selalu kurindui dalam bayang - bayang mimpi
Yang selalu kurengkuh dalam do'a - do'a
Dan kucintai dalam bingkai tanpa kaca

Ketika malam mulai turun menyentuh kaki langit
Dan angin malam beringas menyegak gegana
Menyudutkannya ke peraduan matahari
Hingga dapat kupandangi wajahmu yang menyembul dengan malu - malu

Hanya jika aku mampu
Merinaikan sedikit kata cinta
Kubariskan dalam sisa - sisa sirrus diwajahmu
Sampaikanlah rembulan
Untuk terunaku terkasih

Angin tak akan singgah di satu tempat saja
Bintang tak akan meninggalkan langit
Dan kau akan selalu menggantung di pelukan para bintang
Sama halnya aku yang akan selalu memandanginya dari seberang cermin
Seperti sang mentari yang selalu mengelabui petang

Yogyakarta, 02 Maret 2016.
Blackoffee